Suatu
hari, saya sedang mendengarkan sebuah lagu band indie di Surabaya. Lagu yang
menurut saya oke banget, kena di hati, dan tidak disangka saya pernah mengalami
kejadian yang sesuai dengan lirik lagu tersebut. Apakah kalian mengenal band
indie yang bernama “Mahaghita”, dimana vocalisnya diisi oleh Jhagad, yang
berprofesi sebagai penyiar radio, yang cukup terkenal dikalangan anak muda.
Lagu yang akan saya bagikan kepada kalian nih para pembaca, judulnya adalah “MENGERTI
UNTUK MEMILIKI”. Coba deh kalian download lagunya, kalian dengerin
lagunya. Bikin menyayat hati.
Sebuah
penantian yang akhirnya berujung indah. Di lagu ini jhagad bercerita dia
mencintai seseorang, sangat mencintainya. Namun orang yang dicintai jhagad masih
mencintai mantan kekasihnya. Wanita ini masih belum melupakan mantan
kekasihnya, dan terlebih lagi wanita ini masih belum bisa menerima perasaan
jhagad yang mencintainya. Kasihan banget sih kang kamu... aku mau kok kang
nerima perasaan kamu. Hehehehe...
Pernah
bayangin gak sih kalian jika diposisi lagu ini? Lo cinta sama orang, bahkan
cinta mati, tapi orang yang lo cinta masih belum bisa move on dari mantannya.
Padahal lo udah ngeyakinin dia, kalau lo gak akan nyakitin dia. Tapi tetap aja
dia ngeyel buat tetep stay dengan zona sedihnya. Sumpah, nyesek banget. Karena
gue pernah ngalamin kejadian persis kayak lagu ini.
Gue
punya cowo, gue udah empat tahun ngejalin hubungan sama dia. Pasang surut
hubungan udah pernah gue lalui. Apalagi awal-awal pacaran. Rasanya seperti kain
hitam yang ingin gue buang. Kenapa? Sebelumnya gue cerita dulu soal cowo gue.
Dia punya mantan yang menurut gue murahan banget. Mereka sudah menjalin
hubungan selama tiga tahun lamanya, bahkan tiga tahun lebih-lah yaaa. Tapi
tiba-tiba mereka putus. Dengan alasan yang cewe dijodohin. Nyesek banget cowo
gue. cowo gue minta kejelasan yang sejelas-jelasnya, namun cewe ini tetep
ngeyel dengan alasannya kalau dia dijodohin. Oke, cowo gue akhirnya bisa nerima
keputusan si cewe, meskipun dengan berbesar hati menerimanya. Sumpah, cowo gue
galau aabis. Kurang lebih zona galaunya itu dua minggu. Dia benar-benar hancur.
Jangankan mengurus dirinya sendiri, kadang dia gak pulang ke rumah untuk
ngelupain kisah sedihnya itu.
Lalu
bagaimana dengan si lumba-lumba(mantan cowo gue. Sebutan gue buat dia.)?
lumba-lumba tetap menjalani kehidupannya dengan bahagia. Terkadang anehnya
silumba-lumba sms cowo gue protes kalau gak disms cowo gue. tapi kalau disms
cowo gue, dia bilang jangan sms-sms lagi
yaaa atau apalah-itulah-anulah!!!!!!! Nih lumba-lumba labil banget. Sampai
akhirnya cowo gue memutuskan ngejalin hubungan lagi sama temen SMP-nya. Cowo
gue cerita ke gue, kalau cewenya sekarang pasca putus, cowo gue gak bener-bener
sayang sama dia. Dengan kata lain cewe ini hanya dijadiin pelampiasan. Sumpah
kasian banget ini cewe. Cewe ini sering sms, ngasih perhatian, namun cowo gue
tetep cuek. Kadang smsnya dibalas, kadang juga enggak. Cowo gue lebih asyik
habisin waktunya dengan teman-temannya.
Gue
satu kelas sama cowo gue di Sma Wachid Hasyim 2 Taman, Sepanjang, Sidoarjo.
Sekolah yang menjadi saksi bisu kisah hidup gue. Di bangunan inilah awal mula
gue deket banget sama cowo gue. Gue lupa siapa yang memulai dulu. Tapi yang
jelas disinilah awal mula semua kedekatan itu terjadi. Sampai akhirnya dia
cerita semua tentang masalah-masalahnya. Terutama soal lumba-lumba. Rasanya
ingin marah banget denger ceritanya. “Lu
goblok banget sih lumba-lumba. Dapet yang setia malah lo buang, lo tinggalin.
Stok cowo setia di muka bumi ini hampir punah tahuuu. Sumpah perempuan yang
goblok!” pikir gue saat dengerin cerita cowo gue. Andai gue jadi cewe lo,
pasti gue gak akan nyia-nyiain lo. Sayang lo masih sangat mencintai dia. Kalau
lo sudah siap buka hati lo, gue bakal daftar jadi orang pertama yang nemenin
hari-hari lo sampai tua nanti. Gue masuk ke lingkungannya, gue dikenalin sama
teman-temannya. Cukup fun teman-temannya, dan gue jadi wanita paling cantik di
sana. Karena gue cuma satu-satunya cewe di situ. Hehehe...
Kedekatan
yang intensif antara gue dan teman-teman cowo gue, sampai akhirnya gue dekat
sama salah satu temannya. Namanya “Mr.R” , cukup inisial aja. karena sekarang
sudah jadi masa lalu. Gue deket banget sama si R ini. Tapi sesekali gue
merhatiin cowo gue. Gimana keadaannya, suasana hatinya. Gue kira dia udah mutusin
pacarnya sekarang, yang Cuma dijadiin pelampiasan. Tapi nyatanya enggak. Dia
malah sekarang lebih intensif komunikasi dengan dia. Asli gue gak suka. Gue
sama R gak pacaran, bisa dibilang gue sama R Cuma friendzone aja. gue sama dia
beda agama, gue gak mau ambil resiko. Gue sama R sama-sama have fun ngejalin
hubungan yang cuma friendzone, sampai akhirnya R mutusin buat ngejalin hubungan
lagi sama mantannya, yang ternyata temen SMP gue. Ya gue bisa apa, gue dan dia
cuma sama-sama friendzone. Okelah gue mulai membatasi diri dengan si R. Gue
nyoba membangun sedikit demi sedikit tembok diantara gue dan R. Gue mulai enjoy
dengan anak-anak yang lain. Becanda, pergi ke mol, karaoke sama anak-anak
dengan enjoy.
Entah
kapan kedekatan gue sama cowo gue dimulai, yang jelas gue lebih intensif
banget-nget sama dia. Gue pergi ke sekolah sama dia, pulang sama dia,
kemana-mana sama dia. Bahkan pacarnya sekarang gak diurus sama sekali. Pas lagi
diajak sama cewenya pergi, dia malah lebih milih sama gue, gue seneng banget,
akhirnya ada jarak diantara mereka. Waktu itu keluarga gue goyah. Orang tua
punya wacana untuk pindah ke Kalimantan setelah lulus SMA. Ya gue cerita ke
cowo gue dan teman-teman gue. Sampai suatu malam, sehabis pulang dari pacet
sama teman-teman sekolah(bolos bimbel sekolah), cowo gue sms gue ngungkapin
perasaannya ke gue. dia bilang dia gak mau kehilangan gue. sumpah demi apapun
itu gue langsung senyum-senyum sambil nyiumin handphone. Akhirnya perasaan gue
terbalas. Dan akhirnya dia dulu yang memulai. Sory, prinsip gue, cowo yang
harus nembak cewe duluan. Selama delapan belas tahun gue hidup, gue gak pernah
nembak cowo. Gue senang banget. Tapi gue dan cowo gue sepakat untuk backstreet
dari temen-temen gue, baik di rumah ataupun sekolah, dan pastinya dari si R.
Karena si R mulai deket lagi sama gue.
Lalu
gimana dengan pacarnya cowo gue? hahahhaha cewe ini ditinggalin gitu aja sama
cowo gue. kan Cuma pelampiasan alias pelarian doang. Pas itu gue inget banget,
si R ulang tahun. Gue dan anak-anak juga cowo gue mau ngasih surprise ke si R.
Gue dan anak-anak akhirnya ngasih surprise di rumah si R. Karena gue backstreet
dari mereka semua, akhirnya gue memutuskan untuk tetap dekat sama si R di hari
itu aja. Gue foto-foto sama keluarganya R. Pas si R lagi mandi gara-gara
dikerjain pakai telor dan lain sebagainya, gue lihat ekspresi cowo gue. dia
galau. Gak tahu galau karena ngeliat gue sama si R atau galau karena tadi siang
ketemu si lumba-lumba dibonceng sama cowo lain. Pas gue tanya, dia jawab kalau
dia kaget,si lumba-lumba lagi deket sama cowo lain. Helooooo... gue cewe lo
sekarang, masih aja mikirin lumba-lumba. Gue gak mau ambil pusing. Kalau lo
bisa mikirin cewe lain pas lo udah pacaran sama gue, gue juga bisa kayak gitu. Dengan
sengaja gue ninggalin anak-anak dan cowo gue, gue dan si R keluar sebentar
berduaan sama si R. Gue ucapin ulang tahun ke dia diatas sepeda motor.
Sebenarnya gue gak tega liat cowo gue, tapi gue juga punya hati.
Oke
sebulan-dua bulan-tiga bulan-empat bulan-lima bulan-enam bulan gue ngejalin
hubungan sama cowo gue. dalam waktu perjalanan gue enam bulan sama dia, si
lumba-lumba muncul lagi. Dia sms cowo gue, dia nghubungi cowo gue. rasanya
disitu nyesek banget. Dan cowo gue mulai goyah. Dengan giatnya dia balas semua
chat si lumba-lumba. Bahkan saat keluar sama cowo gue, yang dibahas hanya
lumba-lumba, dan parahnya gue sering diajak ke tempat-tempat masa lalunya
bersama lumba-lumba. Rasanya disitu gue capek. Gue sering banget
dibanding-bandingin sama lumba-lumba yang jelas dia gak selevel-lah sama gue.
lo bayangin enam bulan gue bertahan sama orang yang mencintai gue, tapi bukan
mencintai gue sebagai diri gue sendiri, tapi sebagai lumba-lumba. Gue cerita
kesana kemari meminta solusi, rata-rata solusi mereka hanyalah TINGGALIN DIA!!!! Entah kenapa gue gak
bisa ninggalin dia. Hati kecil gue nyuruh bertahan. Hati kecil gue bilang kalau
dia butuh gue. Suatu saat dia bakal cinta gue dan lupain si lumba-lumba.
Tahun
pertama-tahun kedua, lumba-lumba sering muncul di hubungan gue sama cowo gue.
Dan gue lihat cowo gue masih sering goyah ketika lumba-lumba muncul. Rasanya
gue ingin banget teriak LO PAHAM GAK SIH PERASAAN GUE?????!!! Gue ingin banget
teriak dan nyakar-nyakar mukanya si lumba-lumba. Gue ingin bilang ke dia, “LO
YANG UDAH MUTUSIN DIA, LO NINGGALIN DIA, LO SAKITIN DIA, TERUS LO BALIK LAGI.
HEEEE... GUE SUSAH PAYAH NGEBUAT DIA BANGKIT LAGI, GUE SUSAH PAYAH NYEMANGATIN
DIA BUAT BANGUN MASA DEPAN YANG CERAH. GUE YANG SUSAH PAYAH NYEMANGATIN DIA
BUAT MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI, SAMPAI PROSES YANG BERLIKU, SAMPAI DIA
AKHIRNYA KETERIMA DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA, SEKARANG LO MUNCUL. LO SOK
AKRAB LAGI. SUMPAH LO PEREMPUAN GANJEN. SUMPAH LO MENJIJIKAN!!!”
Saat
tahun kedua gue benar-benar capek. Gue capek kalau gue Cuma dijadiin halte. Gue
juga punya perasaan. Logika dan perasaan punya porsinya sendiri-sendiri. Sampai
akhirnya gue ngasih ketegasan ke cowo gue. yang dimana ultimatum itu
menjelaskan kalau lo belum bisa move on mending lo kejar lagi dia jawab semua
rasa penasaran lo yang masih ada buat dia, tapi kalau lo udah dapat jawaban dan
udah bisa ambil keputusan antara move on atau tetap stay ke dia, lo kasih tahu
gue. itu langkah ekstreme gue buat cowo gue. Gue sudah gak peduli lagi dengan
basa-basi busuk. Sampai akhirnya cowo gue memutuskan untuk memilih gue. oke gue
senang dengernya, tapi tugas gue belum selesai sampai di sini. Ini lumba-lumba
harus diberi peringatan garis keras biar dia sadar diri akan posisinya
sekarang.
Tanpa
pikir panjang, ini lumba-lumba gue labrak melalui fb. Awalnya gue malas
nglabrak lewat sosial media. Tapi cowo gue nglarang, ya gue bilang aja, lo
milih gue atau dia. Dan dia diam. Gue capek selama enam bulan gue harus
disama-samain dengan lumba-lumba. Yang dimana masih oke-an guelah. Oke gue
mulai berkoar di fb si lumba-lumba, gue labrak dia di woll-nya. Wol gue dihapus
men tanpa menjawab pertanyaan gue. gue gak kehilangan akal dong, gue inbox
fbnya silumba-luma gue katain dia “Lo kalau ngaca jangan di air biar lo paham
posisi lo. Mata lo buta? Atau orang tua lo gak bisa didik lo buat jadi cewe
baik-baik.” gue lupa, gue berkoar apaan, yang pasti banyak banget dan ngebuat
dia jera. Ibarat pertandingan, lumba-lumba vs singa meeennn. Kurang ajar
banget! Bukannya bales inbox dari fb gue, fb gue diblokir. Oke gue gak kehilangan
akal, gue inbox lagi pakai fb cowo gue, dan endingnya diblokir lagi. Oke masih
panas dan penuh semangat, akhirnya gue pakai fb temen gue namanya Tia. Tetep
gak dibalas inbox gue, dan dengan ending yang sama. Fb Tia diblokir. Gue tetep
pantang menyerah. Gue pakai fb adik gue sendiri, namanya Ari. Gue kata-katain
lumba-lumba dari A sampai Z, dari jelek sampai paling jelek omongan gue. gue
gak peduli. Akhirnya dia balas men, mungkin lumba-lumba mikir, ini orang
semangat banget nglabraknya dan pantang nyerah banget. Lo bisa bayangin
perjuangan gue? Dan gue masih ingat banget balasan dari inboxnya. Dia bilang
kalau dia selama ini ngaca pakai kaca, bukan pakai air. Hahahhahahha lucu ya.
Dia juga bilang dia bisa ngaca dan memahami posisinya. Dan dia minta maaf ke
gue. akhirnya dia ucapin kata maaf, itu yang gue mau. Pas gue mau balas
inboxnya pakai fb adik gue, gue diblokir men. Sumpah jijik banget liatnya. Dia
gak berani banget menghadapi gue. Gue gak kehilangan akal. Gue pinjem fb teman
gue, gue bales inboxnya. Pas gue ngecek fbnya teman gue, kali aja dibalas lagi
inboxnya, ternyata fb temen gue diblokir juga. Entah berapa fb yang sudah dia
blokir. Dan sampai sekarang gue belum puas, gue masih penasaran kenapa dia
blokirin fb orang-orang begitu banyak, dan selalu berusaha menghindari gue.
PENGECUT!!!!
Lalu
cowo gue bagaimana? Dia cuma bisa diam dan Cuma bilang sabar ke gue. gue sudah
sabar selama enam bulan di tahun pertama pacaran. Sekarang sudah gak ada kata
sabar lagi buat lumba-lumba. Cukup deh yaaa, gue lo sama-samain dengan
lumba-lumba. Lo mau bertahan sama gue ayo, kalau lo ga mau dipertahin lo bilang
ke gue. sekarang cowo gue sudah gak berani macam-macam. Apalagi soal
lumba-lumba, karena cowo gue tahu, gue sangat menakutkan kalau marah, dan gue
orangnya nekat, terutama menyangkut lumba-lumba.
Gue
sering dibilang singa sama teman-teman cowo gue. Gue gak peduli. Mereka yang
ngejudge gue jahat, galak, ganas, dan lain sebagainya, mereka semua gak tahu gimana
nelangsanya hati gue saat itu. Proses gue berjuang ngjalanin hubungan ini,
mereka gak tahu. Dan saat ini gue sama cowo gue sudah masuk tahun ke-empat. Gue
dan cowo gue sama-sama bahagia di sini. Terutama gue, tidak ada lumba-lumba di
sini.
Lagu
Mahaghita “Mengerti Untuk Memiliki” adalah lagu perjalanan cinta gue. disaat
gue denger lagu ini, gue Cuma bisa senyum-senyum bayangin proses yang gue alami
kemarin-kemarin.
MESKI KU TAHU KAU TLAH TERSAKITI...
DENGAN DIA...
KUAKAN MENGERTI UNTUK MEMILIKI...
AKHIRNYA KUBISA MEMILIKU...
DAN KINI KUBISA MENCINTAIMU...
WALAU HARUS MENUNGGUMU...
TUK LUPAKAN SEMUA MASA LALUMU..
DAN HAPUSKAN SEMUA RASA CINTAMU...
PADA DIA DAN PELUK AKU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar