Selasa, 15 November 2016

MENGERTI UNTUK MEMILIKI(Kisah Dibalik Sebuah Lagu)

Suatu hari, saya sedang mendengarkan sebuah lagu band indie di Surabaya. Lagu yang menurut saya oke banget, kena di hati, dan tidak disangka saya pernah mengalami kejadian yang sesuai dengan lirik lagu tersebut. Apakah kalian mengenal band indie yang bernama “Mahaghita”, dimana vocalisnya diisi oleh Jhagad, yang berprofesi sebagai penyiar radio, yang cukup terkenal dikalangan anak muda. Lagu yang akan saya bagikan kepada kalian nih para pembaca, judulnya adalah “MENGERTI UNTUK MEMILIKI”. Coba deh kalian download lagunya, kalian dengerin lagunya. Bikin menyayat hati.
Sebuah penantian yang akhirnya berujung indah. Di lagu ini jhagad bercerita dia mencintai seseorang, sangat mencintainya. Namun orang yang dicintai jhagad masih mencintai mantan kekasihnya. Wanita ini masih belum melupakan mantan kekasihnya, dan terlebih lagi wanita ini masih belum bisa menerima perasaan jhagad yang mencintainya. Kasihan banget sih kang kamu... aku mau kok kang nerima perasaan kamu. Hehehehe...
Pernah bayangin gak sih kalian jika diposisi lagu ini? Lo cinta sama orang, bahkan cinta mati, tapi orang yang lo cinta masih belum bisa move on dari mantannya. Padahal lo udah ngeyakinin dia, kalau lo gak akan nyakitin dia. Tapi tetap aja dia ngeyel buat tetep stay dengan zona sedihnya. Sumpah, nyesek banget. Karena gue pernah ngalamin kejadian persis kayak lagu ini.
Gue punya cowo, gue udah empat tahun ngejalin hubungan sama dia. Pasang surut hubungan udah pernah gue lalui. Apalagi awal-awal pacaran. Rasanya seperti kain hitam yang ingin gue buang. Kenapa? Sebelumnya gue cerita dulu soal cowo gue. Dia punya mantan yang menurut gue murahan banget. Mereka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya, bahkan tiga tahun lebih-lah yaaa. Tapi tiba-tiba mereka putus. Dengan alasan yang cewe dijodohin. Nyesek banget cowo gue. cowo gue minta kejelasan yang sejelas-jelasnya, namun cewe ini tetep ngeyel dengan alasannya kalau dia dijodohin. Oke, cowo gue akhirnya bisa nerima keputusan si cewe, meskipun dengan berbesar hati menerimanya. Sumpah, cowo gue galau aabis. Kurang lebih zona galaunya itu dua minggu. Dia benar-benar hancur. Jangankan mengurus dirinya sendiri, kadang dia gak pulang ke rumah untuk ngelupain kisah sedihnya itu.  
Lalu bagaimana dengan si lumba-lumba(mantan cowo gue. Sebutan gue buat dia.)? lumba-lumba tetap menjalani kehidupannya dengan bahagia. Terkadang anehnya silumba-lumba sms cowo gue protes kalau gak disms cowo gue. tapi kalau disms cowo gue, dia bilang jangan sms-sms lagi yaaa atau apalah-itulah-anulah!!!!!!! Nih lumba-lumba labil banget. Sampai akhirnya cowo gue memutuskan ngejalin hubungan lagi sama temen SMP-nya. Cowo gue cerita ke gue, kalau cewenya sekarang pasca putus, cowo gue gak bener-bener sayang sama dia. Dengan kata lain cewe ini hanya dijadiin pelampiasan. Sumpah kasian banget ini cewe. Cewe ini sering sms, ngasih perhatian, namun cowo gue tetep cuek. Kadang smsnya dibalas, kadang juga enggak. Cowo gue lebih asyik habisin waktunya dengan teman-temannya.
Gue satu kelas sama cowo gue di Sma Wachid Hasyim 2 Taman, Sepanjang, Sidoarjo. Sekolah yang menjadi saksi bisu kisah hidup gue. Di bangunan inilah awal mula gue deket banget sama cowo gue. Gue lupa siapa yang memulai dulu. Tapi yang jelas disinilah awal mula semua kedekatan itu terjadi. Sampai akhirnya dia cerita semua tentang masalah-masalahnya. Terutama soal lumba-lumba. Rasanya ingin marah banget denger ceritanya. “Lu goblok banget sih lumba-lumba. Dapet yang setia malah lo buang, lo tinggalin. Stok cowo setia di muka bumi ini hampir punah tahuuu. Sumpah perempuan yang goblok!” pikir gue saat dengerin cerita cowo gue. Andai gue jadi cewe lo, pasti gue gak akan nyia-nyiain lo. Sayang lo masih sangat mencintai dia. Kalau lo sudah siap buka hati lo, gue bakal daftar jadi orang pertama yang nemenin hari-hari lo sampai tua nanti. Gue masuk ke lingkungannya, gue dikenalin sama teman-temannya. Cukup fun teman-temannya, dan gue jadi wanita paling cantik di sana. Karena gue cuma satu-satunya cewe di situ. Hehehe...
Kedekatan yang intensif antara gue dan teman-teman cowo gue, sampai akhirnya gue dekat sama salah satu temannya. Namanya “Mr.R” , cukup inisial aja. karena sekarang sudah jadi masa lalu. Gue deket banget sama si R ini. Tapi sesekali gue merhatiin cowo gue. Gimana keadaannya, suasana hatinya. Gue kira dia udah mutusin pacarnya sekarang, yang Cuma dijadiin pelampiasan. Tapi nyatanya enggak. Dia malah sekarang lebih intensif komunikasi dengan dia. Asli gue gak suka. Gue sama R gak pacaran, bisa dibilang gue sama R Cuma friendzone aja. gue sama dia beda agama, gue gak mau ambil resiko. Gue sama R sama-sama have fun ngejalin hubungan yang cuma friendzone, sampai akhirnya R mutusin buat ngejalin hubungan lagi sama mantannya, yang ternyata temen SMP gue. Ya gue bisa apa, gue dan dia cuma sama-sama friendzone. Okelah gue mulai membatasi diri dengan si R. Gue nyoba membangun sedikit demi sedikit tembok diantara gue dan R. Gue mulai enjoy dengan anak-anak yang lain. Becanda, pergi ke mol, karaoke sama anak-anak dengan enjoy.
Entah kapan kedekatan gue sama cowo gue dimulai, yang jelas gue lebih intensif banget-nget sama dia. Gue pergi ke sekolah sama dia, pulang sama dia, kemana-mana sama dia. Bahkan pacarnya sekarang gak diurus sama sekali. Pas lagi diajak sama cewenya pergi, dia malah lebih milih sama gue, gue seneng banget, akhirnya ada jarak diantara mereka. Waktu itu keluarga gue goyah. Orang tua punya wacana untuk pindah ke Kalimantan setelah lulus SMA. Ya gue cerita ke cowo gue dan teman-teman gue. Sampai suatu malam, sehabis pulang dari pacet sama teman-teman sekolah(bolos bimbel sekolah), cowo gue sms gue ngungkapin perasaannya ke gue. dia bilang dia gak mau kehilangan gue. sumpah demi apapun itu gue langsung senyum-senyum sambil nyiumin handphone. Akhirnya perasaan gue terbalas. Dan akhirnya dia dulu yang memulai. Sory, prinsip gue, cowo yang harus nembak cewe duluan. Selama delapan belas tahun gue hidup, gue gak pernah nembak cowo. Gue senang banget. Tapi gue dan cowo gue sepakat untuk backstreet dari temen-temen gue, baik di rumah ataupun sekolah, dan pastinya dari si R. Karena si R mulai deket lagi sama gue.
Lalu gimana dengan pacarnya cowo gue? hahahhaha cewe ini ditinggalin gitu aja sama cowo gue. kan Cuma pelampiasan alias pelarian doang. Pas itu gue inget banget, si R ulang tahun. Gue dan anak-anak juga cowo gue mau ngasih surprise ke si R. Gue dan anak-anak akhirnya ngasih surprise di rumah si R. Karena gue backstreet dari mereka semua, akhirnya gue memutuskan untuk tetap dekat sama si R di hari itu aja. Gue foto-foto sama keluarganya R. Pas si R lagi mandi gara-gara dikerjain pakai telor dan lain sebagainya, gue lihat ekspresi cowo gue. dia galau. Gak tahu galau karena ngeliat gue sama si R atau galau karena tadi siang ketemu si lumba-lumba dibonceng sama cowo lain. Pas gue tanya, dia jawab kalau dia kaget,si lumba-lumba lagi deket sama cowo lain. Helooooo... gue cewe lo sekarang, masih aja mikirin lumba-lumba. Gue gak mau ambil pusing. Kalau lo bisa mikirin cewe lain pas lo udah pacaran sama gue, gue juga bisa kayak gitu. Dengan sengaja gue ninggalin anak-anak dan cowo gue, gue dan si R keluar sebentar berduaan sama si R. Gue ucapin ulang tahun ke dia diatas sepeda motor. Sebenarnya gue gak tega liat cowo gue, tapi gue juga punya hati.
Oke sebulan-dua bulan-tiga bulan-empat bulan-lima bulan-enam bulan gue ngejalin hubungan sama cowo gue. dalam waktu perjalanan gue enam bulan sama dia, si lumba-lumba muncul lagi. Dia sms cowo gue, dia nghubungi cowo gue. rasanya disitu nyesek banget. Dan cowo gue mulai goyah. Dengan giatnya dia balas semua chat si lumba-lumba. Bahkan saat keluar sama cowo gue, yang dibahas hanya lumba-lumba, dan parahnya gue sering diajak ke tempat-tempat masa lalunya bersama lumba-lumba. Rasanya disitu gue capek. Gue sering banget dibanding-bandingin sama lumba-lumba yang jelas dia gak selevel-lah sama gue. lo bayangin enam bulan gue bertahan sama orang yang mencintai gue, tapi bukan mencintai gue sebagai diri gue sendiri, tapi sebagai lumba-lumba. Gue cerita kesana kemari meminta solusi, rata-rata solusi mereka hanyalah TINGGALIN DIA!!!! Entah kenapa gue gak bisa ninggalin dia. Hati kecil gue nyuruh bertahan. Hati kecil gue bilang kalau dia butuh gue. Suatu saat dia bakal cinta gue dan lupain si lumba-lumba.
Tahun pertama-tahun kedua, lumba-lumba sering muncul di hubungan gue sama cowo gue. Dan gue lihat cowo gue masih sering goyah ketika lumba-lumba muncul. Rasanya gue ingin banget teriak LO PAHAM GAK SIH PERASAAN GUE?????!!! Gue ingin banget teriak dan nyakar-nyakar mukanya si lumba-lumba. Gue ingin bilang ke dia, “LO YANG UDAH MUTUSIN DIA, LO NINGGALIN DIA, LO SAKITIN DIA, TERUS LO BALIK LAGI. HEEEE... GUE SUSAH PAYAH NGEBUAT DIA BANGKIT LAGI, GUE SUSAH PAYAH NYEMANGATIN DIA BUAT BANGUN MASA DEPAN YANG CERAH. GUE YANG SUSAH PAYAH NYEMANGATIN DIA BUAT MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI, SAMPAI PROSES YANG BERLIKU, SAMPAI DIA AKHIRNYA KETERIMA DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA, SEKARANG LO MUNCUL. LO SOK AKRAB LAGI. SUMPAH LO PEREMPUAN GANJEN. SUMPAH LO MENJIJIKAN!!!”
Saat tahun kedua gue benar-benar capek. Gue capek kalau gue Cuma dijadiin halte. Gue juga punya perasaan. Logika dan perasaan punya porsinya sendiri-sendiri. Sampai akhirnya gue ngasih ketegasan ke cowo gue. yang dimana ultimatum itu menjelaskan kalau lo belum bisa move on mending lo kejar lagi dia jawab semua rasa penasaran lo yang masih ada buat dia, tapi kalau lo udah dapat jawaban dan udah bisa ambil keputusan antara move on atau tetap stay ke dia, lo kasih tahu gue. itu langkah ekstreme gue buat cowo gue. Gue sudah gak peduli lagi dengan basa-basi busuk. Sampai akhirnya cowo gue memutuskan untuk memilih gue. oke gue senang dengernya, tapi tugas gue belum selesai sampai di sini. Ini lumba-lumba harus diberi peringatan garis keras biar dia sadar diri akan posisinya sekarang.
Tanpa pikir panjang, ini lumba-lumba gue labrak melalui fb. Awalnya gue malas nglabrak lewat sosial media. Tapi cowo gue nglarang, ya gue bilang aja, lo milih gue atau dia. Dan dia diam. Gue capek selama enam bulan gue harus disama-samain dengan lumba-lumba. Yang dimana masih oke-an guelah. Oke gue mulai berkoar di fb si lumba-lumba, gue labrak dia di woll-nya. Wol gue dihapus men tanpa menjawab pertanyaan gue. gue gak kehilangan akal dong, gue inbox fbnya silumba-luma gue katain dia “Lo kalau ngaca jangan di air biar lo paham posisi lo. Mata lo buta? Atau orang tua lo gak bisa didik lo buat jadi cewe baik-baik.” gue lupa, gue berkoar apaan, yang pasti banyak banget dan ngebuat dia jera. Ibarat pertandingan, lumba-lumba vs singa meeennn. Kurang ajar banget! Bukannya bales inbox dari fb gue, fb gue diblokir. Oke gue gak kehilangan akal, gue inbox lagi pakai fb cowo gue, dan endingnya diblokir lagi. Oke masih panas dan penuh semangat, akhirnya gue pakai fb temen gue namanya Tia. Tetep gak dibalas inbox gue, dan dengan ending yang sama. Fb Tia diblokir. Gue tetep pantang menyerah. Gue pakai fb adik gue sendiri, namanya Ari. Gue kata-katain lumba-lumba dari A sampai Z, dari jelek sampai paling jelek omongan gue. gue gak peduli. Akhirnya dia balas men, mungkin lumba-lumba mikir, ini orang semangat banget nglabraknya dan pantang nyerah banget. Lo bisa bayangin perjuangan gue? Dan gue masih ingat banget balasan dari inboxnya. Dia bilang kalau dia selama ini ngaca pakai kaca, bukan pakai air. Hahahhahahha lucu ya. Dia juga bilang dia bisa ngaca dan memahami posisinya. Dan dia minta maaf ke gue. akhirnya dia ucapin kata maaf, itu yang gue mau. Pas gue mau balas inboxnya pakai fb adik gue, gue diblokir men. Sumpah jijik banget liatnya. Dia gak berani banget menghadapi gue. Gue gak kehilangan akal. Gue pinjem fb teman gue, gue bales inboxnya. Pas gue ngecek fbnya teman gue, kali aja dibalas lagi inboxnya, ternyata fb temen gue diblokir juga. Entah berapa fb yang sudah dia blokir. Dan sampai sekarang gue belum puas, gue masih penasaran kenapa dia blokirin fb orang-orang begitu banyak, dan selalu berusaha menghindari gue. PENGECUT!!!!
Lalu cowo gue bagaimana? Dia cuma bisa diam dan Cuma bilang sabar ke gue. gue sudah sabar selama enam bulan di tahun pertama pacaran. Sekarang sudah gak ada kata sabar lagi buat lumba-lumba. Cukup deh yaaa, gue lo sama-samain dengan lumba-lumba. Lo mau bertahan sama gue ayo, kalau lo ga mau dipertahin lo bilang ke gue. sekarang cowo gue sudah gak berani macam-macam. Apalagi soal lumba-lumba, karena cowo gue tahu, gue sangat menakutkan kalau marah, dan gue orangnya nekat, terutama menyangkut lumba-lumba.
Gue sering dibilang singa sama teman-teman cowo gue. Gue gak peduli. Mereka yang ngejudge gue jahat, galak, ganas, dan lain sebagainya, mereka semua gak tahu gimana nelangsanya hati gue saat itu. Proses gue berjuang ngjalanin hubungan ini, mereka gak tahu. Dan saat ini gue sama cowo gue sudah masuk tahun ke-empat. Gue dan cowo gue sama-sama bahagia di sini. Terutama gue, tidak ada lumba-lumba di sini.
Lagu Mahaghita “Mengerti Untuk Memiliki” adalah lagu perjalanan cinta gue. disaat gue denger lagu ini, gue Cuma bisa senyum-senyum bayangin proses yang gue alami kemarin-kemarin.

MESKI KU TAHU KAU TLAH TERSAKITI...
DENGAN DIA...
KUAKAN MENGERTI UNTUK MEMILIKI...
AKHIRNYA KUBISA MEMILIKU...
DAN KINI KUBISA MENCINTAIMU...
WALAU HARUS MENUNGGUMU...
TUK LUPAKAN SEMUA MASA LALUMU..
DAN HAPUSKAN SEMUA RASA CINTAMU...
PADA DIA DAN PELUK AKU...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar