Senin, 14 November 2016

Antara Merindu-Tak Merindukan Surga Alloh SWT


Ada apa dengan poligami? Rasanya sangat sulit sekali untuk diterima, terutama di Indonesia. Masih banyak terjadi pro dan kontra untuk poligami itu sendiri. Meskipun sudah seringkali dijelaskan, bahkan ada dalil yang mengatakan, bahwa suami diijinkan memiliki istri lebih dari satu. Asal suami itu sendiri bisa berbuat adil kepada istri-istrinya. Namun perlu dipahami, bahwa Islam sendiri pun memiliki hukum-hukum tentang poligami. Di dalam Islam membatasi jumlahnya, yakni maksimal empat orang istri, dan mengharamkan lebih dari itu. Hal ini didasarkan firman Allah Swt. berikut:
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا Artinya: Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa’ [4]: 3)
Sudah jelas sekali bukan, bahwa poligami sebenarnya diijinkan dalam agama kita. Namun pro dan kontra di Indonesia mengenai poligami itu sendiri masih sangat terasa. Secara emosi, tidak ada seorang wanita yang ingin dipoligami. Tidak ada satupun yang sudi dan ikhlas berbagi suami, kehidupan rumah tangga yang indah, dan tentunya berbagi uang belanja. Jika pun ada, itu hanyalah wanita-wanita pilihan Allah SWT. Tuhan menguji wanita-wanita pilihanNYA untuk menjalani kehidupan yang menurut masyarakat sangat tidak adanya keadilan. Mereka harus merelakan cinta dan kasih sayang suaminya untuk dibagi dengan wanita lain.
Masyarakat memandang wanita-wanita pilihanNYA dengan rasa iba, kasihan, dan bagaimana bisa kamu melakukan ini? Sebesar apa hatimu menerima ketidak adilan? Apakah hatimu tidak terluka? Sungguh... aku sangat kasihan sekali dengan kondisimu... apakah tidak lebih baik jika kamu mundur saja dan membangun istana yang baru?
Masyarakat pasti akan memandang dan bertanya-tanya kepada wanita pilihanNYA seperti itu. Pertanyaan yang sangat umum sekali, namun sangat sensitif dijelaskan. Lalu dengan tenangnya wanita ini menjawab “Alloh itu Maha Adil, Alloh yang sudah menuliskan takdirku seperti ini. Aku percaya Alloh, biarlah Alloh yang membimbing suamiku untuk bisa mencintai istri-istrinya dengan adil. Aku hanya ingin mendapatkan surga Alloh dengan melihat suamiku bahagia.”
Surga apa yang dibicarakan oleh wanita pilihanNYA? Bagaimana bisa dia berkeyakinan akan mendapatkan surga dengan cara seperti itu? Masyarakat hanya berfikir, dan terus menebak-nebak apa maksud dibalik kata wanita itu? Apakah benar suaminya bisa berbuat adil? Apakah dia ikhlas melihat suaminya tidur dengan wanita lain? Semakin menjadi kebencian masyarakat melihat laki-laki yang melakukan poligami. INI HATI BUKAN  BATU!!!!!!!! Masyarakat akan terus mengucilkan bahkan tidak jarang masyarakat terang-terangan menghina lelaki yang melakukan poligami. Padahal mereka mengetahui sudah ada dalil yang mengatakan tentang hukum-hukum poligami.
Banyak sekali contoh kasus poligami di Indonesia. Dan lagi-lagi sorotan tajam kebencian, marah, kecewa dari masyarakat. Bagaimana tidak? Jika masih ingat, kejadian tahun-tahun yang lalu mengenai kasus seorang uztad yang melakukan poligami sangat menghebohkan Indonesia. Terutama ibu-ibu rumah tangga, yang sudah memiliki suami, dan sangat mengagumi uztad itu sendiri. Pembawaan ceramahnya yang dinilai sangat mudah diterima, memiliki ciri khas dengan jubah dan sorban yang selalu dikenakan dikepalanya. Dalam hitungan detikan penggemar dari uztad ini mencacinya, menghina istri ke-duanya. Atau lebih tren-nya di Indonesia adalah di bully. Hinaan, cacian, bahkan kata-kata yang seharusnya tidak pantas diucapkan untuk seorang uztad pun tak luput untuk absen kepadanya. Masyarakat memandang bahwa bagaimana bisa seorang uztad melakukan hal ini? Melakukan ketidak adilan kepada istri sahnya yang dinikahi sudah bertahun-tahun lamanya? Gampang sekali uztad itu tergoda duniawi? Apa dia lupa, istri pertamanyalah yang mensuport dan tetap terus mendampinginya hingga sukses seperti ini? Munafik, sok suci, sumpah benci banget melihatnya!!!
Masyrakat, terutama khususnya wanita-wanita di Indonesia masih beranggapan poligami adalah perbuatan yang sangat merugikan satu pihak dan menguntungkan dipihak lain. Poligami dimata masyarakat adalah awal kehancuran dari sebuah keluarga, dan akhir dari kebahagiaan keluarga itu sendiri. Wanita-wanita ini terus mencari keadlian dan mencoba menyangkal dalil Alloh yang sudah jelas tertera di ayat suci AL-QUR’AN. Sesungguhnya ini perbuatan yang tidak baik dan sangat berdosa, karena meragukan ketentuan Alloh. Alloh menurunkan ayat ini pasti mempunyai tujuan dan maksud yang baik untuk hambaNYA. Namun rasa sakit hati dan kecewa dari seorang wanita tidak bisa dibendung lagi.
Yah... pro-kontra dari poligami itu sendiri masih sangat jelas. Saya pun di sini mencoba untuk bersikap netral dalam menghadapi situasi seperti ini. Saya tidak membayangkan jika saya harus menjadi wanita pilihanNYA. Sungguh, air mata pun tak mampu untuk ditahan lagi. Saya bisa merasakan betapa kecewanya, ketika suami mengatakan ingin menikah lagi. Raasanya nafas saya berhenti sejenak. Sungguh betapa hebatnya kalian wanita pilihan Alloh. Ikhlas, dan ridho akan keputusan suami kalian. Padahal kalian tahu, bahwa kalian masih mampu dan sanggup melayani suami kalian. Lalu kalian hanya tersenyum kecil menutupi kekecewaan hati kalian demi kebahagiaan suami? Masya Alloh, saya belum sanggup melakukan itu...
Apa kalian pernah melihat fim garapan dari sutradara Hanung Bramantyo yang berjudul “Surga yang Tak Dirindukan”? Film yang menceritakan tentang poligami. Pertama fangat antusias melihatnya. Saya mencoba memahami makna dari film ini. Saya datang ke bioskop, memasan tiket, dan masuk menuju ruang bioskop, saya duduk di kursi tengah. Saya sangat serius memahami film ini. Pesan apa yang ingin disampaikan dari film ini. Ya Alloh air mata saya tak dapat dibendung lagi melihat film ini. Sungguh pesan yang sangat bagus. Saya mencoba memposisikan diri sebagai Bella. Sebagai anak dan istri yang sudah dibohongi oleh ayah dan suaminya. Tapi rencana Alloh sangat indah, ibarat film endingnya berakhir bahagia. Pas lagi denger lagu dari krisdayanti yang menjadi soundtrack film ini sangat menyayat hati yang mendengarnya.
Merelakan cinta untuk dibagi tak semua hati siap berbagi, mungkin bisa saja hanya bila TUHAN yang mau...
Saya percaya, bahwa Alloh sudah menuliskan takdir kita dengan tujuan yang baik di dalamnya. Meskipun ditakdir itu banyak sekali ujian Alloh untuk kita, namun Alloh pasti tahu kita mampu menghadapinya. Dan tentang poligami?
Ingatlah laki-laki, jangan menggunakan ayat suci Alloh hanya untuk kebahgiaan kalian semata. Berbuatlah adil jika kalian ingin melakukannya. Namun ingatlah, jika istri kalian masih sanggup melayani kalian, lalu apa yang kalian cari dari poligami?
Perasaan wanita sangat lembut. Jangan sakiti mereka untuk kesenangan kalian. Cintai istri kalian yang sudah mendampingi kalian bertahun-tahun lama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar