Ada apa dengan
poligami? Rasanya sangat sulit sekali untuk diterima, terutama di Indonesia. Masih
banyak terjadi pro dan kontra untuk poligami
itu sendiri. Meskipun sudah seringkali dijelaskan, bahkan ada dalil yang
mengatakan, bahwa suami diijinkan memiliki istri lebih dari satu. Asal suami
itu sendiri bisa berbuat adil kepada istri-istrinya. Namun perlu dipahami,
bahwa Islam sendiri pun memiliki hukum-hukum tentang poligami. Di dalam Islam membatasi
jumlahnya, yakni maksimal empat orang istri, dan mengharamkan lebih dari itu.
Hal ini didasarkan firman Allah Swt. berikut:
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ
مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا
فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
Artinya: Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua,
tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil,
kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang
demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS
an-Nisa’ [4]: 3)
Sudah jelas sekali bukan, bahwa
poligami sebenarnya diijinkan dalam agama kita. Namun pro dan kontra di
Indonesia mengenai poligami itu sendiri masih sangat terasa. Secara emosi,
tidak ada seorang wanita yang ingin dipoligami. Tidak ada satupun yang sudi dan
ikhlas berbagi suami, kehidupan rumah tangga yang indah, dan tentunya berbagi
uang belanja. Jika pun ada, itu hanyalah wanita-wanita pilihan Allah SWT. Tuhan
menguji wanita-wanita pilihanNYA untuk menjalani kehidupan yang menurut
masyarakat sangat tidak adanya keadilan. Mereka harus merelakan cinta dan kasih
sayang suaminya untuk dibagi dengan wanita lain.
Masyarakat
memandang wanita-wanita pilihanNYA dengan rasa iba, kasihan, dan bagaimana bisa kamu melakukan ini? Sebesar apa
hatimu menerima ketidak adilan? Apakah hatimu tidak terluka? Sungguh... aku
sangat kasihan sekali dengan kondisimu... apakah tidak lebih baik jika kamu
mundur saja dan membangun istana yang baru?
Masyarakat
pasti akan memandang dan bertanya-tanya kepada wanita pilihanNYA seperti itu.
Pertanyaan yang sangat umum sekali, namun sangat sensitif dijelaskan. Lalu
dengan tenangnya wanita ini menjawab “Alloh
itu Maha Adil, Alloh yang sudah menuliskan takdirku seperti ini. Aku percaya
Alloh, biarlah Alloh yang membimbing suamiku untuk bisa mencintai
istri-istrinya dengan adil. Aku hanya ingin mendapatkan surga Alloh dengan
melihat suamiku bahagia.”
Surga apa yang dibicarakan oleh wanita
pilihanNYA? Bagaimana bisa dia berkeyakinan akan mendapatkan surga dengan cara
seperti itu? Masyarakat hanya berfikir, dan terus menebak-nebak apa maksud
dibalik kata wanita itu? Apakah benar suaminya bisa berbuat adil? Apakah dia
ikhlas melihat suaminya tidur dengan wanita lain? Semakin menjadi kebencian
masyarakat melihat laki-laki yang melakukan poligami. INI HATI BUKAN BATU!!!!!!!! Masyarakat akan terus
mengucilkan bahkan tidak jarang masyarakat terang-terangan menghina lelaki yang
melakukan poligami. Padahal mereka mengetahui sudah ada dalil yang mengatakan
tentang hukum-hukum poligami.
Banyak sekali contoh kasus poligami di
Indonesia. Dan lagi-lagi sorotan tajam kebencian, marah, kecewa dari
masyarakat. Bagaimana tidak? Jika masih ingat, kejadian tahun-tahun yang lalu
mengenai kasus seorang uztad yang melakukan poligami sangat menghebohkan
Indonesia. Terutama ibu-ibu rumah tangga, yang sudah memiliki suami, dan sangat
mengagumi uztad itu sendiri. Pembawaan ceramahnya yang dinilai sangat mudah
diterima, memiliki ciri khas dengan jubah dan sorban yang selalu dikenakan
dikepalanya. Dalam hitungan detikan penggemar dari uztad ini mencacinya,
menghina istri ke-duanya. Atau lebih tren-nya di Indonesia adalah di bully. Hinaan, cacian, bahkan kata-kata
yang seharusnya tidak pantas diucapkan untuk seorang uztad pun tak luput untuk
absen kepadanya. Masyarakat memandang bahwa bagaimana bisa seorang uztad
melakukan hal ini? Melakukan ketidak adilan kepada istri sahnya yang dinikahi
sudah bertahun-tahun lamanya? Gampang sekali uztad itu tergoda duniawi? Apa dia
lupa, istri pertamanyalah yang mensuport dan tetap terus mendampinginya hingga
sukses seperti ini? Munafik, sok suci, sumpah benci banget melihatnya!!!
Masyrakat, terutama khususnya
wanita-wanita di Indonesia masih beranggapan poligami adalah perbuatan yang
sangat merugikan satu pihak dan menguntungkan dipihak lain. Poligami dimata
masyarakat adalah awal kehancuran dari sebuah keluarga, dan akhir dari
kebahagiaan keluarga itu sendiri. Wanita-wanita ini terus mencari keadlian dan
mencoba menyangkal dalil Alloh yang sudah jelas tertera di ayat suci AL-QUR’AN. Sesungguhnya ini perbuatan
yang tidak baik dan sangat berdosa, karena meragukan ketentuan Alloh. Alloh menurunkan
ayat ini pasti mempunyai tujuan dan maksud yang baik untuk hambaNYA. Namun rasa
sakit hati dan kecewa dari seorang wanita tidak bisa dibendung lagi.
Yah... pro-kontra dari poligami itu
sendiri masih sangat jelas. Saya pun di sini mencoba untuk bersikap netral
dalam menghadapi situasi seperti ini. Saya tidak membayangkan jika saya harus
menjadi wanita pilihanNYA. Sungguh, air mata pun tak mampu untuk ditahan lagi. Saya
bisa merasakan betapa kecewanya, ketika suami mengatakan ingin menikah lagi. Raasanya
nafas saya berhenti sejenak. Sungguh betapa hebatnya kalian wanita pilihan
Alloh. Ikhlas, dan ridho akan keputusan suami kalian. Padahal kalian tahu,
bahwa kalian masih mampu dan sanggup melayani suami kalian. Lalu kalian hanya
tersenyum kecil menutupi kekecewaan hati kalian demi kebahagiaan suami? Masya Alloh,
saya belum sanggup melakukan itu...
Apa
kalian pernah melihat fim garapan dari sutradara Hanung Bramantyo yang berjudul
“Surga yang Tak Dirindukan”? Film yang menceritakan tentang poligami. Pertama fangat antusias melihatnya. Saya mencoba memahami makna dari
film ini. Saya datang ke bioskop, memasan tiket, dan masuk menuju ruang bioskop,
saya duduk di kursi tengah. Saya sangat serius memahami film ini. Pesan apa
yang ingin disampaikan dari film ini. Ya Alloh air mata saya tak dapat dibendung
lagi melihat film ini. Sungguh pesan yang sangat bagus. Saya mencoba
memposisikan diri sebagai Bella. Sebagai anak dan istri yang sudah dibohongi
oleh ayah dan suaminya. Tapi rencana Alloh sangat indah, ibarat film endingnya
berakhir bahagia. Pas lagi denger lagu dari krisdayanti yang menjadi soundtrack
film ini sangat menyayat hati yang mendengarnya.
Merelakan
cinta untuk dibagi tak semua hati siap berbagi, mungkin bisa saja hanya bila
TUHAN yang mau...
Saya
percaya, bahwa Alloh sudah menuliskan takdir kita dengan tujuan yang baik di
dalamnya. Meskipun ditakdir itu banyak sekali ujian Alloh untuk kita, namun
Alloh pasti tahu kita mampu menghadapinya. Dan tentang poligami?
Ingatlah
laki-laki, jangan menggunakan ayat suci Alloh hanya untuk kebahgiaan kalian
semata. Berbuatlah adil jika kalian ingin melakukannya. Namun ingatlah, jika
istri kalian masih sanggup melayani kalian, lalu apa yang kalian cari dari
poligami?
Perasaan
wanita sangat lembut. Jangan sakiti mereka untuk kesenangan kalian. Cintai istri
kalian yang sudah mendampingi kalian bertahun-tahun lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar