Selasa, 15 November 2016

MENGERTI UNTUK MEMILIKI(Kisah Dibalik Sebuah Lagu)

Suatu hari, saya sedang mendengarkan sebuah lagu band indie di Surabaya. Lagu yang menurut saya oke banget, kena di hati, dan tidak disangka saya pernah mengalami kejadian yang sesuai dengan lirik lagu tersebut. Apakah kalian mengenal band indie yang bernama “Mahaghita”, dimana vocalisnya diisi oleh Jhagad, yang berprofesi sebagai penyiar radio, yang cukup terkenal dikalangan anak muda. Lagu yang akan saya bagikan kepada kalian nih para pembaca, judulnya adalah “MENGERTI UNTUK MEMILIKI”. Coba deh kalian download lagunya, kalian dengerin lagunya. Bikin menyayat hati.
Sebuah penantian yang akhirnya berujung indah. Di lagu ini jhagad bercerita dia mencintai seseorang, sangat mencintainya. Namun orang yang dicintai jhagad masih mencintai mantan kekasihnya. Wanita ini masih belum melupakan mantan kekasihnya, dan terlebih lagi wanita ini masih belum bisa menerima perasaan jhagad yang mencintainya. Kasihan banget sih kang kamu... aku mau kok kang nerima perasaan kamu. Hehehehe...
Pernah bayangin gak sih kalian jika diposisi lagu ini? Lo cinta sama orang, bahkan cinta mati, tapi orang yang lo cinta masih belum bisa move on dari mantannya. Padahal lo udah ngeyakinin dia, kalau lo gak akan nyakitin dia. Tapi tetap aja dia ngeyel buat tetep stay dengan zona sedihnya. Sumpah, nyesek banget. Karena gue pernah ngalamin kejadian persis kayak lagu ini.
Gue punya cowo, gue udah empat tahun ngejalin hubungan sama dia. Pasang surut hubungan udah pernah gue lalui. Apalagi awal-awal pacaran. Rasanya seperti kain hitam yang ingin gue buang. Kenapa? Sebelumnya gue cerita dulu soal cowo gue. Dia punya mantan yang menurut gue murahan banget. Mereka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya, bahkan tiga tahun lebih-lah yaaa. Tapi tiba-tiba mereka putus. Dengan alasan yang cewe dijodohin. Nyesek banget cowo gue. cowo gue minta kejelasan yang sejelas-jelasnya, namun cewe ini tetep ngeyel dengan alasannya kalau dia dijodohin. Oke, cowo gue akhirnya bisa nerima keputusan si cewe, meskipun dengan berbesar hati menerimanya. Sumpah, cowo gue galau aabis. Kurang lebih zona galaunya itu dua minggu. Dia benar-benar hancur. Jangankan mengurus dirinya sendiri, kadang dia gak pulang ke rumah untuk ngelupain kisah sedihnya itu.  
Lalu bagaimana dengan si lumba-lumba(mantan cowo gue. Sebutan gue buat dia.)? lumba-lumba tetap menjalani kehidupannya dengan bahagia. Terkadang anehnya silumba-lumba sms cowo gue protes kalau gak disms cowo gue. tapi kalau disms cowo gue, dia bilang jangan sms-sms lagi yaaa atau apalah-itulah-anulah!!!!!!! Nih lumba-lumba labil banget. Sampai akhirnya cowo gue memutuskan ngejalin hubungan lagi sama temen SMP-nya. Cowo gue cerita ke gue, kalau cewenya sekarang pasca putus, cowo gue gak bener-bener sayang sama dia. Dengan kata lain cewe ini hanya dijadiin pelampiasan. Sumpah kasian banget ini cewe. Cewe ini sering sms, ngasih perhatian, namun cowo gue tetep cuek. Kadang smsnya dibalas, kadang juga enggak. Cowo gue lebih asyik habisin waktunya dengan teman-temannya.
Gue satu kelas sama cowo gue di Sma Wachid Hasyim 2 Taman, Sepanjang, Sidoarjo. Sekolah yang menjadi saksi bisu kisah hidup gue. Di bangunan inilah awal mula gue deket banget sama cowo gue. Gue lupa siapa yang memulai dulu. Tapi yang jelas disinilah awal mula semua kedekatan itu terjadi. Sampai akhirnya dia cerita semua tentang masalah-masalahnya. Terutama soal lumba-lumba. Rasanya ingin marah banget denger ceritanya. “Lu goblok banget sih lumba-lumba. Dapet yang setia malah lo buang, lo tinggalin. Stok cowo setia di muka bumi ini hampir punah tahuuu. Sumpah perempuan yang goblok!” pikir gue saat dengerin cerita cowo gue. Andai gue jadi cewe lo, pasti gue gak akan nyia-nyiain lo. Sayang lo masih sangat mencintai dia. Kalau lo sudah siap buka hati lo, gue bakal daftar jadi orang pertama yang nemenin hari-hari lo sampai tua nanti. Gue masuk ke lingkungannya, gue dikenalin sama teman-temannya. Cukup fun teman-temannya, dan gue jadi wanita paling cantik di sana. Karena gue cuma satu-satunya cewe di situ. Hehehe...
Kedekatan yang intensif antara gue dan teman-teman cowo gue, sampai akhirnya gue dekat sama salah satu temannya. Namanya “Mr.R” , cukup inisial aja. karena sekarang sudah jadi masa lalu. Gue deket banget sama si R ini. Tapi sesekali gue merhatiin cowo gue. Gimana keadaannya, suasana hatinya. Gue kira dia udah mutusin pacarnya sekarang, yang Cuma dijadiin pelampiasan. Tapi nyatanya enggak. Dia malah sekarang lebih intensif komunikasi dengan dia. Asli gue gak suka. Gue sama R gak pacaran, bisa dibilang gue sama R Cuma friendzone aja. gue sama dia beda agama, gue gak mau ambil resiko. Gue sama R sama-sama have fun ngejalin hubungan yang cuma friendzone, sampai akhirnya R mutusin buat ngejalin hubungan lagi sama mantannya, yang ternyata temen SMP gue. Ya gue bisa apa, gue dan dia cuma sama-sama friendzone. Okelah gue mulai membatasi diri dengan si R. Gue nyoba membangun sedikit demi sedikit tembok diantara gue dan R. Gue mulai enjoy dengan anak-anak yang lain. Becanda, pergi ke mol, karaoke sama anak-anak dengan enjoy.
Entah kapan kedekatan gue sama cowo gue dimulai, yang jelas gue lebih intensif banget-nget sama dia. Gue pergi ke sekolah sama dia, pulang sama dia, kemana-mana sama dia. Bahkan pacarnya sekarang gak diurus sama sekali. Pas lagi diajak sama cewenya pergi, dia malah lebih milih sama gue, gue seneng banget, akhirnya ada jarak diantara mereka. Waktu itu keluarga gue goyah. Orang tua punya wacana untuk pindah ke Kalimantan setelah lulus SMA. Ya gue cerita ke cowo gue dan teman-teman gue. Sampai suatu malam, sehabis pulang dari pacet sama teman-teman sekolah(bolos bimbel sekolah), cowo gue sms gue ngungkapin perasaannya ke gue. dia bilang dia gak mau kehilangan gue. sumpah demi apapun itu gue langsung senyum-senyum sambil nyiumin handphone. Akhirnya perasaan gue terbalas. Dan akhirnya dia dulu yang memulai. Sory, prinsip gue, cowo yang harus nembak cewe duluan. Selama delapan belas tahun gue hidup, gue gak pernah nembak cowo. Gue senang banget. Tapi gue dan cowo gue sepakat untuk backstreet dari temen-temen gue, baik di rumah ataupun sekolah, dan pastinya dari si R. Karena si R mulai deket lagi sama gue.
Lalu gimana dengan pacarnya cowo gue? hahahhaha cewe ini ditinggalin gitu aja sama cowo gue. kan Cuma pelampiasan alias pelarian doang. Pas itu gue inget banget, si R ulang tahun. Gue dan anak-anak juga cowo gue mau ngasih surprise ke si R. Gue dan anak-anak akhirnya ngasih surprise di rumah si R. Karena gue backstreet dari mereka semua, akhirnya gue memutuskan untuk tetap dekat sama si R di hari itu aja. Gue foto-foto sama keluarganya R. Pas si R lagi mandi gara-gara dikerjain pakai telor dan lain sebagainya, gue lihat ekspresi cowo gue. dia galau. Gak tahu galau karena ngeliat gue sama si R atau galau karena tadi siang ketemu si lumba-lumba dibonceng sama cowo lain. Pas gue tanya, dia jawab kalau dia kaget,si lumba-lumba lagi deket sama cowo lain. Helooooo... gue cewe lo sekarang, masih aja mikirin lumba-lumba. Gue gak mau ambil pusing. Kalau lo bisa mikirin cewe lain pas lo udah pacaran sama gue, gue juga bisa kayak gitu. Dengan sengaja gue ninggalin anak-anak dan cowo gue, gue dan si R keluar sebentar berduaan sama si R. Gue ucapin ulang tahun ke dia diatas sepeda motor. Sebenarnya gue gak tega liat cowo gue, tapi gue juga punya hati.
Oke sebulan-dua bulan-tiga bulan-empat bulan-lima bulan-enam bulan gue ngejalin hubungan sama cowo gue. dalam waktu perjalanan gue enam bulan sama dia, si lumba-lumba muncul lagi. Dia sms cowo gue, dia nghubungi cowo gue. rasanya disitu nyesek banget. Dan cowo gue mulai goyah. Dengan giatnya dia balas semua chat si lumba-lumba. Bahkan saat keluar sama cowo gue, yang dibahas hanya lumba-lumba, dan parahnya gue sering diajak ke tempat-tempat masa lalunya bersama lumba-lumba. Rasanya disitu gue capek. Gue sering banget dibanding-bandingin sama lumba-lumba yang jelas dia gak selevel-lah sama gue. lo bayangin enam bulan gue bertahan sama orang yang mencintai gue, tapi bukan mencintai gue sebagai diri gue sendiri, tapi sebagai lumba-lumba. Gue cerita kesana kemari meminta solusi, rata-rata solusi mereka hanyalah TINGGALIN DIA!!!! Entah kenapa gue gak bisa ninggalin dia. Hati kecil gue nyuruh bertahan. Hati kecil gue bilang kalau dia butuh gue. Suatu saat dia bakal cinta gue dan lupain si lumba-lumba.
Tahun pertama-tahun kedua, lumba-lumba sering muncul di hubungan gue sama cowo gue. Dan gue lihat cowo gue masih sering goyah ketika lumba-lumba muncul. Rasanya gue ingin banget teriak LO PAHAM GAK SIH PERASAAN GUE?????!!! Gue ingin banget teriak dan nyakar-nyakar mukanya si lumba-lumba. Gue ingin bilang ke dia, “LO YANG UDAH MUTUSIN DIA, LO NINGGALIN DIA, LO SAKITIN DIA, TERUS LO BALIK LAGI. HEEEE... GUE SUSAH PAYAH NGEBUAT DIA BANGKIT LAGI, GUE SUSAH PAYAH NYEMANGATIN DIA BUAT BANGUN MASA DEPAN YANG CERAH. GUE YANG SUSAH PAYAH NYEMANGATIN DIA BUAT MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI, SAMPAI PROSES YANG BERLIKU, SAMPAI DIA AKHIRNYA KETERIMA DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA, SEKARANG LO MUNCUL. LO SOK AKRAB LAGI. SUMPAH LO PEREMPUAN GANJEN. SUMPAH LO MENJIJIKAN!!!”
Saat tahun kedua gue benar-benar capek. Gue capek kalau gue Cuma dijadiin halte. Gue juga punya perasaan. Logika dan perasaan punya porsinya sendiri-sendiri. Sampai akhirnya gue ngasih ketegasan ke cowo gue. yang dimana ultimatum itu menjelaskan kalau lo belum bisa move on mending lo kejar lagi dia jawab semua rasa penasaran lo yang masih ada buat dia, tapi kalau lo udah dapat jawaban dan udah bisa ambil keputusan antara move on atau tetap stay ke dia, lo kasih tahu gue. itu langkah ekstreme gue buat cowo gue. Gue sudah gak peduli lagi dengan basa-basi busuk. Sampai akhirnya cowo gue memutuskan untuk memilih gue. oke gue senang dengernya, tapi tugas gue belum selesai sampai di sini. Ini lumba-lumba harus diberi peringatan garis keras biar dia sadar diri akan posisinya sekarang.
Tanpa pikir panjang, ini lumba-lumba gue labrak melalui fb. Awalnya gue malas nglabrak lewat sosial media. Tapi cowo gue nglarang, ya gue bilang aja, lo milih gue atau dia. Dan dia diam. Gue capek selama enam bulan gue harus disama-samain dengan lumba-lumba. Yang dimana masih oke-an guelah. Oke gue mulai berkoar di fb si lumba-lumba, gue labrak dia di woll-nya. Wol gue dihapus men tanpa menjawab pertanyaan gue. gue gak kehilangan akal dong, gue inbox fbnya silumba-luma gue katain dia “Lo kalau ngaca jangan di air biar lo paham posisi lo. Mata lo buta? Atau orang tua lo gak bisa didik lo buat jadi cewe baik-baik.” gue lupa, gue berkoar apaan, yang pasti banyak banget dan ngebuat dia jera. Ibarat pertandingan, lumba-lumba vs singa meeennn. Kurang ajar banget! Bukannya bales inbox dari fb gue, fb gue diblokir. Oke gue gak kehilangan akal, gue inbox lagi pakai fb cowo gue, dan endingnya diblokir lagi. Oke masih panas dan penuh semangat, akhirnya gue pakai fb temen gue namanya Tia. Tetep gak dibalas inbox gue, dan dengan ending yang sama. Fb Tia diblokir. Gue tetep pantang menyerah. Gue pakai fb adik gue sendiri, namanya Ari. Gue kata-katain lumba-lumba dari A sampai Z, dari jelek sampai paling jelek omongan gue. gue gak peduli. Akhirnya dia balas men, mungkin lumba-lumba mikir, ini orang semangat banget nglabraknya dan pantang nyerah banget. Lo bisa bayangin perjuangan gue? Dan gue masih ingat banget balasan dari inboxnya. Dia bilang kalau dia selama ini ngaca pakai kaca, bukan pakai air. Hahahhahahha lucu ya. Dia juga bilang dia bisa ngaca dan memahami posisinya. Dan dia minta maaf ke gue. akhirnya dia ucapin kata maaf, itu yang gue mau. Pas gue mau balas inboxnya pakai fb adik gue, gue diblokir men. Sumpah jijik banget liatnya. Dia gak berani banget menghadapi gue. Gue gak kehilangan akal. Gue pinjem fb teman gue, gue bales inboxnya. Pas gue ngecek fbnya teman gue, kali aja dibalas lagi inboxnya, ternyata fb temen gue diblokir juga. Entah berapa fb yang sudah dia blokir. Dan sampai sekarang gue belum puas, gue masih penasaran kenapa dia blokirin fb orang-orang begitu banyak, dan selalu berusaha menghindari gue. PENGECUT!!!!
Lalu cowo gue bagaimana? Dia cuma bisa diam dan Cuma bilang sabar ke gue. gue sudah sabar selama enam bulan di tahun pertama pacaran. Sekarang sudah gak ada kata sabar lagi buat lumba-lumba. Cukup deh yaaa, gue lo sama-samain dengan lumba-lumba. Lo mau bertahan sama gue ayo, kalau lo ga mau dipertahin lo bilang ke gue. sekarang cowo gue sudah gak berani macam-macam. Apalagi soal lumba-lumba, karena cowo gue tahu, gue sangat menakutkan kalau marah, dan gue orangnya nekat, terutama menyangkut lumba-lumba.
Gue sering dibilang singa sama teman-teman cowo gue. Gue gak peduli. Mereka yang ngejudge gue jahat, galak, ganas, dan lain sebagainya, mereka semua gak tahu gimana nelangsanya hati gue saat itu. Proses gue berjuang ngjalanin hubungan ini, mereka gak tahu. Dan saat ini gue sama cowo gue sudah masuk tahun ke-empat. Gue dan cowo gue sama-sama bahagia di sini. Terutama gue, tidak ada lumba-lumba di sini.
Lagu Mahaghita “Mengerti Untuk Memiliki” adalah lagu perjalanan cinta gue. disaat gue denger lagu ini, gue Cuma bisa senyum-senyum bayangin proses yang gue alami kemarin-kemarin.

MESKI KU TAHU KAU TLAH TERSAKITI...
DENGAN DIA...
KUAKAN MENGERTI UNTUK MEMILIKI...
AKHIRNYA KUBISA MEMILIKU...
DAN KINI KUBISA MENCINTAIMU...
WALAU HARUS MENUNGGUMU...
TUK LUPAKAN SEMUA MASA LALUMU..
DAN HAPUSKAN SEMUA RASA CINTAMU...
PADA DIA DAN PELUK AKU...

Senin, 14 November 2016

Antara Merindu-Tak Merindukan Surga Alloh SWT


Ada apa dengan poligami? Rasanya sangat sulit sekali untuk diterima, terutama di Indonesia. Masih banyak terjadi pro dan kontra untuk poligami itu sendiri. Meskipun sudah seringkali dijelaskan, bahkan ada dalil yang mengatakan, bahwa suami diijinkan memiliki istri lebih dari satu. Asal suami itu sendiri bisa berbuat adil kepada istri-istrinya. Namun perlu dipahami, bahwa Islam sendiri pun memiliki hukum-hukum tentang poligami. Di dalam Islam membatasi jumlahnya, yakni maksimal empat orang istri, dan mengharamkan lebih dari itu. Hal ini didasarkan firman Allah Swt. berikut:
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا Artinya: Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa’ [4]: 3)
Sudah jelas sekali bukan, bahwa poligami sebenarnya diijinkan dalam agama kita. Namun pro dan kontra di Indonesia mengenai poligami itu sendiri masih sangat terasa. Secara emosi, tidak ada seorang wanita yang ingin dipoligami. Tidak ada satupun yang sudi dan ikhlas berbagi suami, kehidupan rumah tangga yang indah, dan tentunya berbagi uang belanja. Jika pun ada, itu hanyalah wanita-wanita pilihan Allah SWT. Tuhan menguji wanita-wanita pilihanNYA untuk menjalani kehidupan yang menurut masyarakat sangat tidak adanya keadilan. Mereka harus merelakan cinta dan kasih sayang suaminya untuk dibagi dengan wanita lain.
Masyarakat memandang wanita-wanita pilihanNYA dengan rasa iba, kasihan, dan bagaimana bisa kamu melakukan ini? Sebesar apa hatimu menerima ketidak adilan? Apakah hatimu tidak terluka? Sungguh... aku sangat kasihan sekali dengan kondisimu... apakah tidak lebih baik jika kamu mundur saja dan membangun istana yang baru?
Masyarakat pasti akan memandang dan bertanya-tanya kepada wanita pilihanNYA seperti itu. Pertanyaan yang sangat umum sekali, namun sangat sensitif dijelaskan. Lalu dengan tenangnya wanita ini menjawab “Alloh itu Maha Adil, Alloh yang sudah menuliskan takdirku seperti ini. Aku percaya Alloh, biarlah Alloh yang membimbing suamiku untuk bisa mencintai istri-istrinya dengan adil. Aku hanya ingin mendapatkan surga Alloh dengan melihat suamiku bahagia.”
Surga apa yang dibicarakan oleh wanita pilihanNYA? Bagaimana bisa dia berkeyakinan akan mendapatkan surga dengan cara seperti itu? Masyarakat hanya berfikir, dan terus menebak-nebak apa maksud dibalik kata wanita itu? Apakah benar suaminya bisa berbuat adil? Apakah dia ikhlas melihat suaminya tidur dengan wanita lain? Semakin menjadi kebencian masyarakat melihat laki-laki yang melakukan poligami. INI HATI BUKAN  BATU!!!!!!!! Masyarakat akan terus mengucilkan bahkan tidak jarang masyarakat terang-terangan menghina lelaki yang melakukan poligami. Padahal mereka mengetahui sudah ada dalil yang mengatakan tentang hukum-hukum poligami.
Banyak sekali contoh kasus poligami di Indonesia. Dan lagi-lagi sorotan tajam kebencian, marah, kecewa dari masyarakat. Bagaimana tidak? Jika masih ingat, kejadian tahun-tahun yang lalu mengenai kasus seorang uztad yang melakukan poligami sangat menghebohkan Indonesia. Terutama ibu-ibu rumah tangga, yang sudah memiliki suami, dan sangat mengagumi uztad itu sendiri. Pembawaan ceramahnya yang dinilai sangat mudah diterima, memiliki ciri khas dengan jubah dan sorban yang selalu dikenakan dikepalanya. Dalam hitungan detikan penggemar dari uztad ini mencacinya, menghina istri ke-duanya. Atau lebih tren-nya di Indonesia adalah di bully. Hinaan, cacian, bahkan kata-kata yang seharusnya tidak pantas diucapkan untuk seorang uztad pun tak luput untuk absen kepadanya. Masyarakat memandang bahwa bagaimana bisa seorang uztad melakukan hal ini? Melakukan ketidak adilan kepada istri sahnya yang dinikahi sudah bertahun-tahun lamanya? Gampang sekali uztad itu tergoda duniawi? Apa dia lupa, istri pertamanyalah yang mensuport dan tetap terus mendampinginya hingga sukses seperti ini? Munafik, sok suci, sumpah benci banget melihatnya!!!
Masyrakat, terutama khususnya wanita-wanita di Indonesia masih beranggapan poligami adalah perbuatan yang sangat merugikan satu pihak dan menguntungkan dipihak lain. Poligami dimata masyarakat adalah awal kehancuran dari sebuah keluarga, dan akhir dari kebahagiaan keluarga itu sendiri. Wanita-wanita ini terus mencari keadlian dan mencoba menyangkal dalil Alloh yang sudah jelas tertera di ayat suci AL-QUR’AN. Sesungguhnya ini perbuatan yang tidak baik dan sangat berdosa, karena meragukan ketentuan Alloh. Alloh menurunkan ayat ini pasti mempunyai tujuan dan maksud yang baik untuk hambaNYA. Namun rasa sakit hati dan kecewa dari seorang wanita tidak bisa dibendung lagi.
Yah... pro-kontra dari poligami itu sendiri masih sangat jelas. Saya pun di sini mencoba untuk bersikap netral dalam menghadapi situasi seperti ini. Saya tidak membayangkan jika saya harus menjadi wanita pilihanNYA. Sungguh, air mata pun tak mampu untuk ditahan lagi. Saya bisa merasakan betapa kecewanya, ketika suami mengatakan ingin menikah lagi. Raasanya nafas saya berhenti sejenak. Sungguh betapa hebatnya kalian wanita pilihan Alloh. Ikhlas, dan ridho akan keputusan suami kalian. Padahal kalian tahu, bahwa kalian masih mampu dan sanggup melayani suami kalian. Lalu kalian hanya tersenyum kecil menutupi kekecewaan hati kalian demi kebahagiaan suami? Masya Alloh, saya belum sanggup melakukan itu...
Apa kalian pernah melihat fim garapan dari sutradara Hanung Bramantyo yang berjudul “Surga yang Tak Dirindukan”? Film yang menceritakan tentang poligami. Pertama fangat antusias melihatnya. Saya mencoba memahami makna dari film ini. Saya datang ke bioskop, memasan tiket, dan masuk menuju ruang bioskop, saya duduk di kursi tengah. Saya sangat serius memahami film ini. Pesan apa yang ingin disampaikan dari film ini. Ya Alloh air mata saya tak dapat dibendung lagi melihat film ini. Sungguh pesan yang sangat bagus. Saya mencoba memposisikan diri sebagai Bella. Sebagai anak dan istri yang sudah dibohongi oleh ayah dan suaminya. Tapi rencana Alloh sangat indah, ibarat film endingnya berakhir bahagia. Pas lagi denger lagu dari krisdayanti yang menjadi soundtrack film ini sangat menyayat hati yang mendengarnya.
Merelakan cinta untuk dibagi tak semua hati siap berbagi, mungkin bisa saja hanya bila TUHAN yang mau...
Saya percaya, bahwa Alloh sudah menuliskan takdir kita dengan tujuan yang baik di dalamnya. Meskipun ditakdir itu banyak sekali ujian Alloh untuk kita, namun Alloh pasti tahu kita mampu menghadapinya. Dan tentang poligami?
Ingatlah laki-laki, jangan menggunakan ayat suci Alloh hanya untuk kebahgiaan kalian semata. Berbuatlah adil jika kalian ingin melakukannya. Namun ingatlah, jika istri kalian masih sanggup melayani kalian, lalu apa yang kalian cari dari poligami?
Perasaan wanita sangat lembut. Jangan sakiti mereka untuk kesenangan kalian. Cintai istri kalian yang sudah mendampingi kalian bertahun-tahun lama.


Kamis, 10 November 2016

STOP AYAH, BUNDA... HENTIKAN!!!


Kenapa ada perceraian? Bukankah Tuhan membenci itu? Bukankah jauh sebelum terjadinya perceraian, dua insan berkeyakinan mereka saling mencintai dan ditakdirkan untuk hidup bersama. Lalu bagaimana dengan sekarang? Tidak, mereka memtuskan untuk saling menjalani kehidupan masing-masing. Tidak bersama dan sejalan lagi. Rasa cinta, kasih, dan sayang yang bertahun-tahun lamanya telah kalah. Hanya rasa kecewa, sakit hati, dan penyesalan yang lebih domain untuk saat ini. Mengapa? Dan bagaimana rasa itu lebih domain yang muncul hingga menimbulkan perpisahan? Ya... karena selama bertahun-tahun kedua insan yang mengaku saling mencinta ini menyembunyikan semua perasaan, dan membiarkan permasalahan terus muncul tanpa adanya penyelesaian yang ada ujungnya. Dan tidak ada keterbukaan satu sama lain.
Jadi ini keputusan kalian? Baiklah, mungkin kalian yang dulu terlihat saling mencinta sudah berbesar hati menerima kenyataan dan keadaan ini. Mungkin di dalam pikiran dan angan kalian nantinya sudah tergambar kehidupan rumah tangga seperti apa yang kalian inginkan. Agar tidak terulang lagi kegagalan untuk ke-dua kalinya. Masyarakat dan keluarga pun akan memahami keputusan kalian. Atau mungkin bisa saja keluarga dan masyarakat di luar sana menyakan pertanyaan yang begitu banyak untuk keputusan kalian, dan meragukan kehidupan kalian selama ini.
Saya sendiri percaya, bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah di balik semua kejadian. Tanpa terkecuali. Sesungguhnya Tuhan amatlah baik. Tuhan yang menciptakan pertemuan dan menghadirkan perpisahan diantara semua umat-NYA. Tuhan sendiri yang menjanjikan, bahwa Tuhan akan mengirim orang yang salah terlebih dahulu untuk kita, sebelum Tuhan mengirimkan orang yang tepat sebagai teman hidup kita. Saya sangat percaya itu. Namun disaat Tuhan sudah mengirimkan orang yang tepat untukmu, dan kamu bisa merasakan itu, dengan meminta petunjuk kepada Tuhan, kamu dan orang pilihan Tuhan itu memutuskan untuk menikah. Sebuah hubungan yang saling menyatukan satu sama lain dan di dalamnya ada sebuah perjanjian serta sumpah di hadapan Tuhan.
Babak baru dalam kehidupan kalian berdua. Sebuah kehidupan rumah tangga yang kalian bangun dengan usaha kalian. Suka dan duka bertahun-tahun akan kalian rasakan bersama. Sampai pada akhirnya gelombang datang menyapa kalian dengan derasnya. Kalian mencoba mengendalikan gelombang itu. Bertahan dan tetap menghadapinya. Untuk sesaat kemudian gelombang tenang dan jelas ada senyum hangat di dalam keluarga kalian. Kalian berhasil melewati gelombang pertama yang menyapa keluarga kalian.
Kebahagiaan yang lengkap. Ada kalian sebagai orang tua. Ada bayi-bayi mungil yang kini mulai beranjak dewasa, yah, anak-anak kalian. Raut wajah yang manis yang menurun dari kalian. Mereka yanag selalu menjadi kekuatan dan semangat kalian. Tanpa henti kalian berusaha membahagiakan dan mencukupi mereka. Terkadang mereka melakukan kesalahan, yang membuat kalian marah dan memberinya hukuman, hanya untuk membuat mereka sadar bahwa itu tidak benar dan tidak baik. Sungguh keluarga yang sangat bahagia.
Tidak... tidak... tidak mungkin... gelombang itu menghampiri kalian lagi. Aku bisa menyaksikan itu di sini. Gelombang itu kini sangat dahsyat. Lihatlah anak-anak kalian. Raut wajah yang manis menjadi ketakutan. Air mata anak-anak kalian, apakah kalian berdua bisa melihatnya? Lihatlah, mereka menangis. Gambaran suami dan istri yang mencoba melindungi rumah tangganya dari gelombang dahsyat. Namun gelombang ini sangat dahsyat. Percekcokkan dan hinaan siang dan malam tidak bisa dibendung lagi. Anak-anaknya yang sudah mulai tumbuh dewasa mulai memahami situasi ini. Mereka memahami bahwa orang tuanya mulai menyerah menghadapi gelombang ini. Namun segala upaya tetap dilakukan untuk menghadapi gelombang bersama-sama. Namun tetap, mereka mulai lelah. Anak-anak yang sangat manis. Mereka hanya bisa terdiam dan mendengarkan percekcokkan setiap harinya tanpa mengenal waktu. Tapi apakah kalian memahami hati mereka? Padahal kalianlah yang melahirkan dan membesarkan mereka. Sudahlah... kalian tidak memahaminya. Kalian sedang asyik beradu pendapat di dalam kamar kalian yang kecil itu. Yang setiap malam anak kalian bisa mendengarnya.
Gelombangnya tidak segera tenang. Gelombangnya terus dan menerus menyapa kehidupan kalian. Kalian tidak mampu lagi menghadapi gelombang itu. Kalian mencoba menjelaskan ke putra dan putri kalian kenyataan yang sesungguhnya. Dengan saling menyalahkan satu sama lain. Dengan saling menghina satu sama lain. Dengan ditambah sedikit drama seperti ala-ala korea. Kalian memutuskan untuk saling berpisah dan menjalani kesendirian.
“Iya, kalau memang itu yang terbaik. Kami akan mendukung.” Sungguh, anak-anak yang luar biasa. Suami dan istri itu memeluk anak-anaknya dan mengucapkan terimakasih. Tanpa mereka sadari, mereka melakukan kesalahan. Mereka tidak benar-benar mengetahui kondisi hati semua anak-anaknya. Mereka hanya sedang merayakan gelombang yang sudah tenang, sama seperti kehidupan rumah tangga yang mereka bangun. HANCUR....
Di dalam kamar, di saat orang tuanya pergi dengan keputusan mereka. Anak-anak ini hanya menangis, saling berpelukan. Mereka saling menguatkan. Saling meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
Tuhan gambaran kecil kehidupan rumah tangga hamba-MU. Yang kini memilih untuk memutuskan hidup masing-masing. Kasihan sekali anak-anak mereka. Sesungguhnya mereka adalah korban dari perpisahan ini. Meskipun ayah atau ibunya selalu meyakinkan semua masih sama seperti dulu. Ayah tetaplah ayah kalian. Dan ibu adalah ibu kalian. Namun apakah Tuhan juga melihatnya sama sepertiku yang melihatnya. Disaat perceraian sudah mereka putuskan, namun pertengkaran masih saja terjadi, anak-anak ini selalu menjadi sasaran amukan dari ayahnya. Sungguh kasihan. Tanpa memikirkan kondisi kejiwaan sang anak, masih saja mereka melakukan perdebatan yang seharusnya sudah selasai seiring dengan perceraian mereka. Namun tidak, saling menyalahkan masih saja terjadi. Terus dan akan terus seperti ini.
Lalu apa yang kalian pikirkan saat ini? Masihkah kalian berfikir bahwa semuanya masih seperti dulu? Tidak, sungguh ketidak benaran yang kalian usahakan menjadi sebuah kebenaran. Semuanya berbeda. Beruntunglah kalian mempunyai anak-anak yang kuat dan bisa berbesar hati dengan ketidak berdayaan orang tuanya menghadapi gelombang dahsyat itu. Anak-anakmu sekarang mulai memahami mana yang benar dan yang salah. Mereka mencoba mencurahkan isi hatinya tanpa ingin melukai hati kalian. Namun selalu kalian tepis dengan pemikiran-pemikiran kalian, yang selalu menjadi patokan kebenaran di mata kalian sendiri. Sungguh egoisnya kalian.
Jangan jadikan kebencian, kemaranahan, kekecewaan kalian mempengaruhi anak-anak yang manis itu menjadi korban. Jagan lampiaskan semua emosi kepada mereka. Sungguh mereka hanyalah seorang anak yang tetap berusaha memahami semuanya, meskipun sesungguhnya hati mereka menolak kenyataan ini. Jangan jadikan mereka korban dari kesalahan yang kalian perbuat. Mereka hanyalah seorang anak. Yang ingin melihat kalian bahagia tanpa harus saling menyakiti. Hentikan semua percekcokkan yang ada. mereka tidak ingin menyakiti kalian. Mereka hanya ingin melindungi kalian dari ketidak benaran sebuah hubungan.
Tuhan... sungguh Engkau amatlah baik. Tidak ada yang tau semua maksud dan keinginan-Mu kecuali Engkau sendiri. Aku percaya, anak-anak mereka akan tumbuh menjadi anak yang tegar dan kuat. Namun Tuhan bagaimana dengan lingkungan? Pandangan dari masyarakat?
Masyarakat masih saja menganggap dengan sebelah mata anak-anak yang keluarganya telah hancur karena perpisahan. Bahkan mereka menganggap, bahwa anak-anak broken home tidak pantas menjadi pasangan dari anak-anak yang keluarganya utuh. Mereka beranggapan bahwa karma akan terus berjalan. Mereka menjauhi anak-anak ini Tuhan... sungguh miris dengan ketidak tahuan masyarakat yang membenarkan akal pikiran mereka. Mereka selalu berguncing di belakang anak-anak ini. Sesungguhnya mereka hanya korban namun mereka bukan kutukan. Mereka juga berhak hidup bahagia, sekalipun mereka disandingkan dengan keluarga yang utuh. Mereka berhak mendapatkan kebahagiaan Tuhan.  

CARA JITU MENGUSIR MANTAN DALAM KEHIDUPAN “PACAR”!!!


Siapa yang gak sebel ketika mantan datang lagi disaat sudah move on? Rasanya itu mak jleb banget-nget-nget di hati. Apalagi kalau mantan dari pacar kita. Rasa marah, ingin mencaci maki, bahkan ingin banget mencakar-cakar muka si mantan. 
Penulis percaya banget sama omongan orang bijak, yang mengatakan “Tuhan akan mengirimkan orang yang salah terlebih dahulu sebelum mengirimkan orang yang tepat dan tetap di hidup kamu.” Helooooo.... mantan, harusnya dikau sadar dong. Kalau anda adalah orang yang salah. 
Mantan itu ibarat benalu. Yang dimana benalu dalam kamus bahasa indonesia adalah termasuk tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang lain. Dimana benalu menyerap makanan dari pohon inangnya sehingga merugikan inangnya. Jika dibiarkan benalu dapat bertambah banyak dan dapat menyebabkan tumbuhan inangnya kurus dan pada akhirnya kering dan tumbuhan inangnya mati. Yah... seperti itulah mantan jika diibaratkan dalam pelajaran biologi. 
Apakah kalian pernah mengalami hal seperti tulisan ini? Jika ada yang pernah mengalaminya, berarti kalian sama dong sama penulis. Sama-sama pernah mengalaminya. Hehehe...
Jangan khawatir, disini penulis akan berbagi sedikit tips tentang bagaimana cara menghadapi mantan dari si pacar jika muncul lagi-dan lagi. Simak sedikit ulasan penulis ya, insya Alloh membantu.
Cara Menghadapi “BENALU” dalam sebuah hubungan yang sudah dibina:
1.      Buat komitmen dengan “PACAR”
Sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pacar, alangkah baiknya pembaca membuat komitmen. Contohnya saja adalah keterbukaan. Jangan berikan ruang untuk pacar berbohong. Ajarkan dia untuk saling terbuka dalam sebuah hubungan. Dengan begitu jika “benalu” datang menyapa pacar, anda sudah menyiapkan serangan. Hehehe...
2.      Tetap tenang dan BERPIKIR POSITIF THINKING
Setelah komitmen untuk saling terbuka dalam sebuah hubungan, pembaca jangan kaget dengan semua cerita-cerita pacar. Disini pembaca dituntut untuk menguatkan hati dengan adanya kebenaran yang pahit sebenarnya. Dan jangan kaget jika pacar cerita, “Sayang, si tiiiiiitttt (mohon maaf disensor) sms aku. Tanya kabar.” Diharap tetap tenang ya pembaca. Senyumin aja sambil jawab datar “Ya dibalas dong sayang. Aku sangat baik.” Diharapkan lagi pembaca segera mengambil air es untuk diminum. Biar kagak kebakaran di dalam hati.
3.      Buat pacar sadar diri tentang posisi anda
Sabar dan berbesar hati sudah kita lakukan sebagai pacar. Namun si pacar tetap lupa dengan siapa dia sekarang, cepat-cepat buat si pacar sadar sebelum melewati batasannya. Buat pembicaraan kecil yang tegas dengan si pacar. Diam bukan berarti memperbolehkan semua yang dilakukan si pacar. Dan segera beritahu pacar kalau anda tidak suka dengan kehadiran “benalu” yang intensif banget diantara hubungan kalian.
4.      Peringatan garis keras
Jika tips 1, 2, dan 3 sudah pembaca lakukan namun sikap pacar masih sama, peringatkan garis keras untuk pacar. Kasih pacar pilihan sebelum hubungan anda terlalu jauh.
Dimana pilihan pertama si pacar suruh tegas sama mantannya“Jangan ganggu aku dan kehidupanku lagi. Karena aku sudah bahagia di sini. Dan sudah bisa move on dari kamu.” Atau pilihan ke-dua untuk pacar “Kamu bebas smsan atau bahkan teleponteleponan atau ingin yang lain terserah aja. Tapi kita sampai di sini.” Mungkin awalnya kita pasti enggak akan tega apalagi ikhlas gitu aja. Bayangin aja, “benalu” yang sudah ngehancurin kehidupan pacar kita, dan kita susah payah mengembalikan kehidupan pacar kita berwarna lagi, memberikan motivasi, bahkan mengantarkan si pacar untuk sukses, tiba-tiba hancur sudah gara-gara “benalu” Sakitnya itu di sini banget!!!!
5.      Waktunya Perang dunia ke-3
Bersyukurlah kita semua disini pembaca, jika pacar lebih memilih kita. Kadang ada juga mungkin pembaca di luar sana yang nasibnya tidak seberuntung kita. Tapi perjuangan belum berakhir untuk mengusir “benalu” butuh kerja yang super ekstra disini. Apalagi untuk mempertahankan hubungan kita dengan pacar. Jika pacar sudah lebih memilih kita dan memutuskan apapun itu dengan mantan, tapi mantan masih nempel, gimana?
KASIH PERINGATAN LANGSUNG KE “BENALU”!!! sah-sah aja kalau kalian mau melabrak mantan. Karena kalian ingin mempertahankan orang yang kalian sayangi itu sah kok.
Peringatkan dia, jangan ganggu kehidupan kalian. Kalian sudah bahagia. Kalau perlu ajak ketemuan ya pembaca. Tapi ingat, bicara baik-baik ya. Jangan rasis. Rasis adalah pilihan terakhir. Hehehhe
6.      Jalani hubunguan seperti semula lagi
Jika tips ke-lima sudah terlaksana, dan si “benalu” sudah memberikan kejelasan untuk posisinya sendiri. Dan yang terpenting dia sudah meminta maaf, maka kemerdekaan dari perang dunia ke-3 sudah di tangan kita pembaca. Lalu sekarang bagaimana?
Ya sekarang kita harus mempertahankan mati-matian orang yang kita sayangi. Jangan lengah sedikitpun. Apalagi dengan kehadiran “benalu”. Jalani hubungan seperti semula lagi. Dimana tidak ada “benalu” dalam sebuah hubungan. Dan memperbarui komitmenkomitmen yang ada ya pembaca.

Sedikit tips dari penulis untuk membantu mengatasi masalah kalian ya... hanya sekedar sharring biar gak dibilang pelit ilmu. Hehehehe...
Ingat ya, mempertahankan itu sangatlah susah. Dan banyak sekali godaannya. Jangan menyerah menghadapi masalah apapun dalam sebuah hubungan. Karena hubungan tidak hanya untuk senang-senang saja. Namun ada kalanya Tuhan menguji hubungan agar kita tahu seberapa kokoh hubungan kita. See you guys...